Skip to main content
Combined Gas Law Calculator

Hukum Gas Gabungan

Selesaikan untuk P₁, V₁, T₁, P₂, V₂, T₂.

Hukum Gas Gabungan

Select your unknown variable and configure the initial and final states of the gas.

State 1: Initial Conditions

Starting absolute pressure

Starting gas volume

Must be above absolute zero (0 K)

State 2: Final Conditions
Target

Ending pressure after change

Ending gas volume

Must be above absolute zero (0 K)

Live Result
Ready
Calculated Output
P₂ = — atm
Isolated Formula P₁V₁/T₁ = P₂V₂/T₂
P₂ = (P₁ × V₁ × T₂) / (V₂ × T₁)
Numerical Substitution
Substitute your values to see the full mathematical expansion.
Hukum Gas Gabungan
P₁V₁/T₁ = P₂V₂/T₂
Selesaikan untuk Hukum Gas Gabungan

Hukum Gas Gabungan (P₁V₁/T₁ = P₂V₂/T₂)

SI Unit Normalization

Tekanan, Volume, Suhu (Kelvin)

Langkah-by-Langkah

Rumus & Hasil

Kalkulator hukum gas gabungan ini menghitung tekanan akhir, volume akhir, atau suhu akhir gas ketika kondisinya berubah. Masukkan kondisi awal (P1, V1, T1) dan dua nilai kondisi akhir yang diketahui, dan alat ini akan menemukan variabel yang dicari menggunakan rumus P1V1/T1 = P2V2/T2. Alat ini menampilkan persamaan yang disubstitusikan dan setiap langkah perhitungan secara terperinci untuk memeriksa tugas atau memverifikasi hasil lab.

Kalkulator ini mendukung satuan tekanan umum (atm, kPa, mmHg, torr, bar, psi), volume (L, mL, m³), dan suhu (Kelvin, Celsius, Fahrenheit). Suhu dikonversi ke Kelvin secara otomatis untuk menghilangkan sumber kesalahan paling umum dalam perhitungan hukum gas.

Referensi Cepat

Item Nilai
Rumus P1V1/T1 = P2V2/T2
Skala suhu yang diperlukan Kelvin (K = °C + 273.15)
Jumlah gas Harus tetap konstan
Keberlakuan Gas ideal dan gas nyata pada tekanan moderat
Kasus khusus Hukum Boyle, Hukum Charles, Hukum Gay-Lussac

Apa Itu Hukum Gas Gabungan?

Definisi

Hukum gas gabungan adalah hukum gas yang menghubungkan tekanan, volume, dan suhu mutlak dari sejumlah gas tertentu dalam satu persamaan. Hukum ini menyatakan bahwa rasio (tekanan × volume) ÷ suhu bernilai konstan untuk suatu sampel gas. Ketika salah satu dari ketiga sifat tersebut berubah, dua sifat lainnya akan menyesuaikan diri agar rasio ini tetap sama.

Hukum ini menyatukan tiga penemuan bersejarah: Hukum Boyle (1662), Hukum Charles (diterbitkan oleh Gay-Lussac pada 1802 dari penelitian Jacques Charles), dan Hukum Gay-Lussac. Pada tahun 1834, Émile Clapeyron menggabungkan hubungan-hubungan ini ke dalam satu rumus terpadu yang kemudian menjadi dasar hukum gas ideal.

Apa yang Dapat Dihitung?

Hukum gas gabungan memprediksi kondisi baru gas setelah mengalami perubahan lingkungan. Anda dapat menggunakannya untuk menghitung:

  • Tekanan akhir gas setelah dikompresi, diekspansi, dipanaskan, atau didinginkan.
  • Volume akhir sampel gas setelah tekanan dan suhu sama-sama berubah.
  • Suhu akhir yang dibutuhkan untuk mencapai target tekanan dan volume tertentu.
  • Nilai kondisi awal jika kondisi akhir diketahui dan ingin menghitung mundur.

Rumus ini sangat diperlukan ketika lebih dari satu variabel berubah secara bersamaan, di mana hukum Boyle, Charles, atau Gay-Lussac secara terpisah tidak lagi mencukupi.

Jumlah Gas Konstan

Hukum gas gabungan hanya berlaku jika jumlah mol (n) tidak berubah. Sampel gas harus berada dalam sistem tertutup tanpa kebocoran, tanpa penambahan gas, dan tanpa reaksi kimia. Dalam kondisi ini, suku nR pada persamaan gas ideal (PV = nRT) bernilai konstan, sehingga PV/T juga konstan.

Mengapa Hukum Ini Berlaku?

Menurut teori kinetik gas, tekanan gas timbul akibat tumbukan partikel dengan dinding wadah, dan suhu mencerminkan energi kinetik rata-rata partikel tersebut. Memampatkan gas memaksa partikel ke dalam ruang yang lebih sempit sehingga tumbukan terjadi lebih sering dan tekanan meningkat. Memanaskan gas membuat partikel bergerak lebih cepat dan menumbuk dinding lebih keras. Hukum gas gabungan merangkum kedua efek ini secara matematis.

Rumus Hukum Gas Gabungan

Rumus dasarnya adalah:

P1V1 / T1 = P2V2 / T2
Dapat juga ditulis sebagai PV/T = konstan.

Dari Mana Asal Rumus Ini?

Dimulai dari persamaan gas ideal:

PV = nRT

Bagi kedua sisi dengan suhu mutlak T:

PV/T = nR

Untuk jumlah gas yang tetap, n bernilai konstan dan konstanta gas R selalu tetap. Oleh karena itu nR bernilai konstan, yang berarti PV/T memiliki nilai yang persis sama pada kondisi awal dan akhir:

P1V1/T1 = P2V2/T2

Tabel Variabel

Variabel Arti Satuan Umum Catatan
P1 Tekanan awal atm, kPa, mmHg, torr, bar, psi Gunakan tekanan mutlak, bukan tekanan gauge
V1 Volume awal L, mL, m³ Harus sama satuannya dengan V2
T1 Suhu awal K Harus dalam skala Kelvin
P2 Tekanan akhir atm, kPa, mmHg, torr, bar, psi Harus sama satuannya dengan P1
V2 Volume akhir L, mL, m³ Harus sama satuannya dengan V1
T2 Suhu akhir K Harus dalam skala Kelvin

Cara Menggunakan Kalkulator Ini

Ikuti langkah-langkah praktis berikut untuk menyelesaikan soal:

  1. 1 Pilih variabel yang dicari. Pilih apakah ingin mencari P2, V2, T2, atau variabel awal.
  2. 2 Masukkan kondisi awal. Ketik P1, V1, dan T1 sesuai data pada soal Anda.
  3. 3 Masukkan nilai akhir yang diketahui. Isi dua nilai akhir yang diketahui. Kosongkan kolom yang ingin dicari.
  4. 4 Pilih satuan. Pilih atm atau bar untuk tekanan; L atau mL untuk volume; K, °C atau °F untuk suhu.
  5. 5 Klik Hitung. Kalkulator mengubah suhu ke Kelvin, menyusun rumus, dan menghasilkan jawaban.
  6. 6 Pelajari langkah perhitungannya. Baca substitusi angka dan langkah aljabar yang ditampilkan.
  7. 7 Lakukan pemeriksaan logika fisika. Pastikan perubahan nilai masuk akal sesuai prinsip fisika.
Pemeriksaan logika fisika cepat:
  • Jika tekanan naik pada suhu tetap, volume pasti berkurang.
  • Jika suhu naik pada tekanan tetap, volume pasti bertambah.
  • Jika suhu naik pada volume tetap, tekanan pasti bertambah.

Cara kerja kalkulator: Alat ini secara otomatis mengubah semua suhu ke Kelvin, menyelaraskan tekanan dan volume ke unit internal standar, menerapkan rumus aljabar yang sesuai, dan mengonversi hasil akhir ke satuan yang Anda inginkan tanpa pembulatan di tengah jalan.

Apa Saja yang Bisa Dihitung?

Tekanan

Hitung tekanan akhir (P2) setelah perubahan volume atau suhu gas. Sangat pas untuk tabung tertutup yang dipanaskan. Untuk alat khusus tekanan, gunakan: Kalkulator Tekanan Gas.

Volume

Hitung volume akhir (V2) gas saat tekanan dan suhu berubah bersamaan. Cocok untuk balon udara atau gas hasil reaksi di lab. Gunakan: Kalkulator Volume Gas.

Suhu

Tentukan suhu akhir (T2) yang dibutuhkan agar gas mencapai tekanan dan volume tertentu. Gunakan: Kalkulator Suhu Gas.

Setiap halaman khusus menyediakan contoh tambahan dan latihan soal terarah.

Mengapa Suhu Harus Dalam Kelvin?

Penjelasan Singkat

Hukum gas memerlukan suhu mutlak karena tekanan dan volume sebanding lurus dengan energi kinetik termal nyata partikel gas. Skala Kelvin, dinamai dari Lord Kelvin, berawal dari nol mutlak (0 K), titik terendah di mana gerakan termal partikel berhenti. Skala Celsius dan Fahrenheit memiliki titik nol sembarang yang dapat menghasilkan pembagian dengan nol atau rasio negatif yang mustahil secara fisika.

Pada 0 °C gas masih memiliki energi termal yang cukup besar; membagi dengan 0 atau mencari perbandingan dalam Celsius tidak memiliki makna fisika. Skala Kelvin mengatasi hal ini karena perbandingan T2/T1 mencerminkan perubahan energi yang sebenarnya.

Konversi Celsius dan Fahrenheit ke Kelvin

Celsius ke Kelvin: K = °C + 273.15
Fahrenheit ke Kelvin: K = (°F − 32) × 5/9 + 273.15
Nol mutlak: 0 K = −273.15 °C = −459.67 °F
Celsius Fahrenheit Kelvin
0 °C 32 °F 273.15 K
20 °C 68 °F 293.15 K
25 °C 77 °F 298.15 K
37 °C 98.6 °F 310.15 K
100 °C 212 °F 373.15 K

Banyak buku pelajaran membulatkan 273.15 menjadi 273. Keduanya dapat diterima; ikuti ketentuan guru Anda. Untuk konversi cepat gunakan: Kalkulator Suhu.

Contoh Soal dan Pembahasan Lengkap

Berikut empat contoh soal terperinci untuk masing-masing variabel serta soal dengan satuan campuran.

Contoh 1: Mencari Volume Akhir (V2)

Mencari V₂

Soal: Suatu gas memiliki volume 10.0 L pada 2.0 atm dan 27 °C. Tekanan naik menjadi 4.0 atm dan suhu naik menjadi 127 °C. Hitung volume barunya.

Langkah 1: Ubah suhu ke Kelvin. T1 = 27 + 273 = 300 K; T2 = 127 + 273 = 400 K
Langkah 2: Susun rumus untuk V2. V2 = (P1 × V1 × T2) / (P2 × T1)
Langkah 3: Masukkan nilai. V2 = (2.0 × 10.0 × 400) / (4.0 × 300) = 8000 / 1200
Jawaban: V2 = 6.67 L

Volume berkurang karena tekanan berlipat ganda (+100%), sementara suhu mutlak hanya meningkat sepertiganya (+33%).

Contoh 2: Mencari Tekanan Akhir (P2)

Mencari P₂

Soal: Wadah tertutup 2.50 L berisi gas pada 101.3 kPa dan 20 °C. Gas dipanaskan ke 80 °C dan memuai menjadi 4.00 L. Hitung tekanan akhir.

Langkah 1: Konversi ke Kelvin. T1 = 20 + 273.15 = 293.15 K; T2 = 80 + 273.15 = 353.15 K
Langkah 2: Susun untuk P2. P2 = (P1 × V1 × T2) / (V2 × T1)
Langkah 3: Hitung. P2 = (101.3 × 2.50 × 353.15) / (4.00 × 293.15) = 89,435 / 1172.6
Jawaban: P2 ≈ 76.3 kPa

Tekanan turun karena kenaikan volume sebesar 60% mendominasi efek kenaikan suhu.

Contoh 3: Mencari Suhu Akhir (T2)

Mencari T₂

Soal: Sampel gas 500 mL pada 1.00 atm dan 25 °C dimampatkan menjadi 250 mL pada 2.50 atm. Berapa suhu akhirnya?

Langkah 1: Konversi T1 ke Kelvin. T1 = 25 + 273.15 = 298.15 K
Langkah 2: Susun untuk T2. T2 = (P2 × V2 × T1) / (P1 × V1)
Langkah 3: Hitung nilai. T2 = (2.50 × 250 × 298.15) / (1.00 × 500) = 186,343.75 / 500
Jawaban: T2 ≈ 372.7 K (sekitar 99.5 °C)

Satuan mL saling menghilangkan dalam pecahan perbandingan sehingga tidak perlu diubah ke liter.

Contoh 4: Satuan Campuran (mmHg, mL, °F)

Satuan Campuran

Soal: Suatu gas menempati 750 mL pada 760 mmHg dan 68 °F. Tentukan volumenya pada 600 mmHg dan 86 °F.

Langkah 1: Ubah suhu ke Kelvin. T1 = (68 − 32) × 5/9 + 273.15 = 293.15 K; T2 = (86 − 32) × 5/9 + 273.15 = 303.15 K
Langkah 2: Gunakan rumus V2. V2 = (P1 × V1 × T2) / (P2 × T1)
Langkah 3: Hitung. V2 = (760 × 750 × 303.15) / (600 × 293.15) = 172,795,500 / 175,890
Jawaban: V2 ≈ 982 mL

Satuan tekanan (mmHg) dan volume (mL) saling meniadakan dalam perbandingan. Hanya suhu yang wajib dikonversi ke Kelvin.

Rumus Turunan Hukum Gas Gabungan

Setiap variabel dapat diisolasi dengan aljabar dasar. Selalu pastikan suhu dalam Kelvin.

Mencari Tekanan

P2 = (P1 × V1 × T2) / (V2 × T1)
P1 = (P2 × V2 × T1) / (V1 × T2)

Mencari Volume

V2 = (P1 × V1 × T2) / (P2 × T1)
V1 = (P2 × V2 × T1) / (P1 × T2)

Mencari Suhu

T2 = (P2 × V2 × T1) / (P1 × V1)
T1 = (P1 × V1 × T2) / (P2 × V2)
Trik mudah mengingat: Lakukan perkalian silang persamaan awal: P1V1T2 = P2V2T1. Kemudian bagi kedua sisi dengan faktor yang mendampingi variabel yang dicari.

Satuan dalam Hukum Gas Gabungan

Ringkasan Singkat

Hukum gas gabungan merupakan persamaan perbandingan. Satuan apa pun boleh digunakan asalkan konsisten antara kondisi awal dan akhir. Satu-satunya satuan yang wajib adalah Kelvin untuk suhu.

Tekanan

Satuan Nilai Setara
1 atm101.325 kPa
1 atm760 mmHg
1 atm760 torr
1 atm1.01325 bar
1 atm14.696 psi
1 bar100 kPa

Selalu gunakan tekanan mutlak. Tekanan gauge tidak memperhitungkan tekanan atmosfer; tambahkan sekitar 14.7 psi (atau 101.3 kPa / 1 atm).

Volume

Satuan Nilai Setara
1 L1000 mL
1 L1 dm³
1 mL1 cm³
1 m³1000 L

Suhu

Suhu wajib dalam Kelvin (K). Ubah dari Celsius atau Fahrenheit sebelum menghitung atau gunakan fitur otomatis kalkulator kami.

Hukum Gas Gabungan vs Hukum Gas Lainnya

Hukum gas gabungan merangkum tiga hukum dasar yang lebih sederhana, di mana masing-masing menjaga satu variabel konstan.

Hukum Gas Rumus Variabel Konstan Hubungan Fisika
Hukum Boyle P1V1 = P2V2 Suhu dan mol Tekanan dan volume berbanding terbalik
Hukum Charles V1/T1 = V2/T2 Tekanan dan mol Volume dan suhu berbanding lurus
Hukum Gay-Lussac P1/T1 = P2/T2 Volume dan mol Tekanan dan suhu berbanding lurus
Hukum Avogadro V1/n1 = V2/n2 Tekanan dan suhu Volume dan mol berbanding lurus

Hukum Boyle

Robert Boyle membuktikan bahwa pada suhu konstan, memampatkan gas ke volume lebih kecil akan menaikkan tekanannya. Jarum suntik yang ditutup ujungnya adalah contoh nyata. Gunakan: Kalkulator Hukum Boyle untuk persoalan tekanan-volume.

Hukum Charles

Jacques Charles mengamati bahwa pada tekanan konstan, gas memuai jika dipanaskan. Balon udara panas mengudara berdasarkan hukum ini. Gunakan: Kalkulator Hukum Charles untuk persoalan volume-suhu.

Hukum Gay-Lussac

Joseph Louis Gay-Lussac menetapkan bahwa pada volume konstan, tekanan naik seiring kenaikan suhu. Gunakan: Kalkulator Hukum Gay-Lussac untuk persoalan tekanan-suhu.

Cara memilih rumus yang tepat: Jika hanya dua variabel yang berubah, gunakan hukum tunggal yang sesuai. Jika tekanan, volume, dan suhu semuanya berubah, gunakan hukum gas gabungan. Jika jumlah mol gas juga berubah, gunakan: Kalkulator Persamaan Gas Ideal.

Kapan Hukum Gas Gabungan Dapat Digunakan?

Gunakan hukum gas gabungan jika seluruh kriteria berikut terpenuhi:

Jumlah Gas Konstan

Jumlah mol tetap sama dari awal hingga akhir. Tidak ada kebocoran, penambahan, atau reaksi kimia.

Sampel Gas yang Sama

Anda mengamati satu sampel gas yang sama selama proses perubahan kondisi berlangsung.

Dua Kondisi Jelas

Soal menjelaskan kondisi awal (P1, V1, T1) dan kondisi akhir (P2, V2, T2).

Suhu Mutlak

Kedua nilai suhu wajib dinyatakan dalam skala Kelvin.

Penerapan di Dunia Nyata

  • • Balon cuaca: Volume balon mengembang seiring naiknya balon ke atmosfer bertekanan rendah, diredam oleh suhu dingin.
  • • Selam scuba: Volume gas dalam tabung dan paru-paru penyelam berubah sesuai kedalaman air (tekanan) dan suhu air.
  • • Mesin pembakaran: Gas di dalam silinder dikompresi dan dipanaskan dengan sangat kuat dalam siklus kerja mesin.
  • • Kaleng aerosol dan tabung bertekanan: Tekanan internal sangat dipengaruhi oleh suhu lingkungan dan sisa volume gas.
  • • Laboratorium kimia: Volume gas yang dikumpulkan pada suhu ruang disesuaikan secara matematis ke kondisi standar (STP).

Batasan Hukum

Hukum ini bekerja sangat akurat untuk gas ideal. Gas nyata menyimpang pada tekanan sangat tinggi atau suhu sangat rendah karena ukuran partikel dan gaya tarik antarmolekul tidak lagi dapat diabaikan. Dalam kondisi tersebut, persamaan van der Waals memberikan hasil yang lebih presisi.

Kesalahan Umum dalam Perhitungan

Kesalahan Penyebab Kesalahan Solusi
Memakai °C atau °F langsung Hukum gas memerlukan energi kinetik termal mutlak Selalu konversi menggunakan K = °C + 273.15
Satuan tidak seragam P1 dalam atm dan P2 dalam kPa merusak rasio persamaan Samakan kedua nilai ke satuan yang identik sebelum menghitung
Tertukar antara P1 dan P2 Membalikkan arah proses termodinamika Beri label variabel dengan jelas sebelum mulai menghitung
Tertukar antara V1 dan V2 Membalikkan rasio volume pada persamaan Pasangkan setiap volume dengan kondisi suhunya secara teliti
Memakai tekanan gauge Mengabaikan tekanan atmosfer di sekitarnya Tambahkan tekanan atmosfer untuk mendapatkan tekanan mutlak
Jumlah gas berubah Jumlah mol wajib konstan agar hukum ini berlaku Gunakan persamaan gas ideal (PV = nRT)
Membulatkan angka terlalu awal Galat pembulatan berlipat ganda dalam operasi perhitungan Pertahankan desimal dan bulatkan hanya di hasil akhir
Salah memanipulasi aljabar Kerap keliru mengisolasi variabel yang berada di penyebut Lakukan perkalian silang terlebih dahulu (P1V1T2 = P2V2T1), lalu bagi
Lupa memeriksa logika fisika Hasil perhitungan yang mustahil secara fisika tidak disadari Pastikan arah perubahan angka sesuai dengan logika fisika

Hukum Gas Gabungan vs Persamaan Gas Ideal

Fitur Hukum Gas Gabungan Persamaan Gas Ideal
Rumus P1V1/T1 = P2V2/T2 PV = nRT
Jumlah kondisi Dua (kondisi awal dan akhir) Satu kondisi statis
Jumlah mol (n) Wajib konstan Dapat dihitung sebagai variabel yang dicari
Konstanta gas R Tidak diperlukan Wajib digunakan
Penggunaan optimal Sampel tetap yang mengalami perubahan kondisi Menghitung mol, massa, atau analisis satu kondisi

Nilai konstanta gas R yang umum digunakan:

R = 0.08206 L·atm/(mol·K)
R = 8.314 J/(mol·K)
R = 8.314 L·kPa/(mol·K)
R = 62.36 L·mmHg/(mol·K)

Gunakan hukum gas gabungan jika sampel gas yang sama berpindah dari satu kondisi ke kondisi lain. Gunakan Kalkulator Gas Ideal jika Anda perlu menentukan mol, massa, atau menganalisis satu kondisi saja.

Knowledge Base

Hukum Gas Gabungan — Pertanyaan yang Sering Diajukan

Jawaban atas pertanyaan umum tentang hukum gas, penurunan rumus, dan konversi satuan.

Apakah Hukum Gas Gabungan?

(P₁ · V₁) / T₁ = (P₂ · V₂) / T₂.

Kelvin?

T(K) = T(°C) + 273.15.

Units?

Automatic SI normalization.

Fixed Amount?

Constant moles (n = const).